Selasa, 26 Maret 2013

Sekilas kisah tentang farmasi

            Assalamu'alaikum... Apa kabar temanku semua?? Sudah lama rasanya aku tak pernah lagi posting pengalamanku di blog ini karna aktivitas kuliah yang semakin padat dan seabrek alasan lainnya. Dan kali ini aku ingin berbagi kisah lagi dengan sobat semua tentang berbagai pengalaman yang berkesan di hidupku.

           Oh iya, dari sekian banyak postinganku selama ini,ternyata aku sangat jarang sekali untuk menceritakan gimana pengalaman kuliah di farmasi Unand ini.

          Farmasi adalah salah satu bidang keilmuan yang bergerak dalam hal kesehatan terutama semua hal yang menyangkut obat obatan. Mulai dari proses penemuan obat baru yang melalui serangkaian proses yang panjang hingga bisa menjadi obat jadi yang siap dipakai untuk mengobati penyakit tertentu. Disini juga dipelajari tentang cara memformulasikan obat, menentukan dosis yang sesuai untuk pemakaian. Dan juga hal yang tak kalah menariknya yaitu cara mengisolasi senyawa obat dari tumbuh tumbuhan ataupun hewan
       
            Pada hari sabtu kemarin, kami  mengadakan kuliah lapangan dan pergi ke hutan untuk mencari sampel tumbuhan yang berkemungkinan mengandung senyawa aktif obat. Begitu banyak tantangan yang kami lalui disana. Pada malam pertama saja, kami sudah disambut dengan hujan lebat sehingga membuat suasana di sekitar tenda menjadi becek. Belum lagi saat menjelajahi perbukitan di dekat gunung Singgalang, kami harus merelakan Pacet menghisap darah kami terutama di area sekitar kaki. Namun, gigitan pacet itu termasuk salah satu terapi untuk membersihkan darah kotor yang bisa menyebabkan penyakit.

            Nah, setelah kami berhasil mendapatkan sampel tersebut, mulailah berbagai tahapan untuk mendapatkan senyawa tumbuhan tersebut. Untuk memudahkan identifikasinya, sebelumnya para ahli sudah menggolongkan senyawa tersebut ke dalam golongan alkaloid, terpenoid, saponin, polifenol dan lain lain.  Dan juga sudah ditentukan reagen yang sesuai untuk mengetahui golongan tersebut. Prosesnya lumayan panjang tapi itulah tantangan bagi seorang farmasis untuk bisa menemukan senyawa baru yang berguna dalam bidang pengobatan. Namun ada pula cara lain untuk mendapatkan senyawa baru yaitunya mengisolasi senyawa obat yang sudah ada dengan cara memodifikasi gugus fungsi struktur obat tersebut dengan cara sintetis.
            Akhir cerita, sebelum kuliah di farmasi ini, siapkan hati dan pikiran untuk rela mengorbankan waktu dan tenaga  dan mengambil risiko untuk menjalankan berbagai materi kuliah beserta praktikumnya yang begitu banyak. Namun jangan khawatir, jiwa kekeluargaan di farmasi Unand ini sangat tinggi sehingga akan banyak teman teman taupun senior yang mau berbagi ilmunya. Dengan catatan berbagi ilmunya tidak sedang ujian:.

Rabu, 13 Februari 2013

MOTIVASI DIRI


"Janganlah takut. Beranilah untuk mengambil resiko.
Pergilah ke mana tidak ada jaminan.
Keluarlah dari area nyaman meskipun
jika itu berarti terasa tidak nyaman.
Jalan yang jarang dilalui terkadang penuh dengan barikade, gundukan, dan medan tak dikenal.
Tapi di jalan tersebutlah karakter Anda diuji. Dan memiliki keberanian untuk menerima bahwa Anda tak sempurna,tak ada yang sempurna, tak seorangpun yang sempurna. Dan itu bukanlah masalah."
Katie Couric

"Berhentilah berpikir dari segi keterbatasan.
Dan mulailah berpikir dari segi kemungkinan."
Unknown
 
"Terkadang kita melupakan bahwa kebahagiaan
bukanlah hasil dari mendapatkan sesuatu yang kita miliki,
tapi lebih pada menyadari dan menghargai apa yang kita miliki."
Frederick Keonig
 

Minggu, 10 Februari 2013

MALAM BERJUTA RASA

          Malam ini tak secerah biasanya. Bintang lebih memilih bersembunyi di balik awan kelam  daripada menampakkan pesonanya. Di malam yang kelam itu aku memantapkan langkah kakiku  untuk mengikuti acara pelantikan di UKM Penalaran. Setelah lebih dari tiga bulan aku mengikuti tahap penyeleleksiannya, malam inilah saat-saat penentuan apakah aku akan terpilih menjadi keluarga besar UKMP ini atau tidak. Dengan penuh rasa penasaran, aku menyiapkan fisik dan mentalku untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada sebelum dilantik.

UKMP adalah salah satu UKM yang ada di Universitas Andalas yang bergerak dalam dunia kepenulisan khususnya karya tulis ilmiah. Aku mengikuti rangkaian Open Recruitment di UKMP ini karna aku tertarik dengan wadah ini yang sesuai dengan keinginanku untuk mengembangkan bakat kepenulisan dan bisa bertemu dengan teman-teman yang mempunyai hobby yang sama denganku. Aku senang sekali telah dipertemukan dengan saudara baruku disini. Berbagai suka duka telah kulalui bersama mereka disini.

Adapun teman - teman yang akan dilantik malam ini berjumlah 10 orang, 9 cewek dan 1 cowok. Sebenarnya ini adalah pelantikan yang kedua. Kurang lebih 30 orang anggota OR telah dilantik pada acara Pengabdian Masyarakat di Lubuak Minturun, Padang. Sedangkan kami yang berjumlah 10 orang ini tidak dapat mengikuti acara tersebut karna berbagai hal. Dan kami sangat berterima kasih kepada para pengurus UKMP ini yang masih memberikan kesempatan kedua bagi kami untuk menjadi keluarga besar UKMP. 

Tepat pukul 08.00 malam, acara diawali dengan diskusi bersama tentang berbagai masalah di campus dan berbagi info info terbaru yang ada. Kami pun mendapatkan wawasan baru untuk memahami makna seorang mahasiswa  sesungguhnya. Aku yang dulunya hanya memikirkan cara untuk menyelesaikan tugas perkuliahan, sekarang tergerak rasanya untuk ikut berkontribusi terhadap berbagai fenomena yang ada di sekitar. Kita tidak mungkin sukses sendiri namun kita mestinya menjadi jembatan bagi orang lain pula untuk  mencari solusi bersama demi kesuksesannya. Aku merasakan betapa selama ini aku begitu egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Banyak hal pada diri ini yang perlu dibenahi. Seusai berdiskusi, acara pun dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah itu kami yang akan dilantik disuruh untuk tidur terlebih dahulu.

Pada pukul  01.30  dini hari, kami pun dibangunkan oleh suara tepukan tangan yang membahana dari ketua UKMP. Setelah itu, kami tak bisa tidur lagi. Rangkaian acara sebelum pelantikan pun dimulai. Hujan gerimis beserta hawa dingin menemani acara pelantikan ini.

 Tujuan acara ini yaitu untuk melihat kesungguhan kami dalam bergabung dengan UKMP ini. Wakil ketua UKMP ini pun memulai acaranya dengan menyuruh kami membentuk barisan yang teratur. Setelah itu kami dibagi menjadi 5 kelompok. Dan teman satu timku yaitu cowok satu satunya yang mengikuti pelantikan malam ini. Masing masing kelompok akan dipanggil untuk mengikuti aba aba yang telah ditentukan oleh pengurus dan panitia. Dan kelompokkulah yang mendapat giliran pertama untuk menjalankan aba aba itu. Berbagai macam aba aba pun kami jalankan bersama. Walau sedikit aneh dan menantang, namun tekad kami sudah bulat. Kami akan melakukan berbagai perintah yang ada selama perintah itu tidak membahayakan keselamatan kami. Namun semua perintah yang ada begitu menguji nyali kami dan melihat kesungguhan kami untuk bergabung di UKMP.

Banyak kenangan yang terasa saat mengikuti berbagai instruksi yang ada. Kami disuruh untuk unjuk bakat, senyum 5 macam, dan berbagai tindakan konyol dan kocak lainnya. Terkadang ada rasa cemas dan gugup namun ada pula sesuatu yang begitu menggelikan dan mengundang tawa saat teman teman melakukan aksi kocaknya. Hal lain yang kurasakan saat malam itu yaitu suasana kebersamaan dan kehangatan saat semuanya saling membantu satu sama lain dalam melakukan berbagai instruksi yang ada. Begitu pula kepedulian dari pengurus serta panitia yang menjalankan tugasnya dengan baik. Aku merasakan suasana penuh kekeluargaan disana.

Tak terasa, denting jam pun terus berputar. Alunan syahdu dari murottal alqur’an di mesjid mulai terdengar. Subuh menjelang dan detik detik pelantikan pun mulai terasa. Setelah melakukan instruksi terakhir yang konyol, kami pun dilantik. Dan Alhamdulillah kami semua terpilih menjadi anggota muda UKMP. Itu berarti kami sudah termasuk dalam keluarga besar UKMP.

            Pelantikan ini bukanlah akhir dari segala perjuangan yang telah kami lakukan untuk menaklukkan berbagai tantangan yang ada. Namun inilah awalnya bagi kami untuk mulai berkontribusi dan berjuang di UKMP dalam melaksanakan visi misi UKMP  tersebut.

Minggu, 03 Februari 2013

MISTERI DIBALIK KEGAGALAN

                Sang surya begitu garangnya di siang hari yang terik. Aku mulai menuliskan  berbagai kisah atau pun pengalaman yang pernah terjadi beberapa bulan belakangan.

               Aku ingin melanjutkan ceritaku tentang beberapa keinginan yang telah kutulis sebelumnya.
               Dulu, aku berharap untuk menemukan suatu wadah tentang dunia kepenulisan. Alhamdulillah sekarang aku sudah menemukannya.

               Kisahnya berawal dari kegagalanku dalam wawancara untuk suatu kepanitiaan di BEM. Waktu itu aku mengambil semester pendek di waktu libur sehingga aku punya banyak waktu untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Awalnya aku sempat sedih dengan kegagalan itu karna itu adalah wawancaraku yang pertama. Ternyata Allah punya maksud lain. Dia paling tahu dimanakah wadah yang sebenarnya kuinginkan. Beberapa hari  seusai wawancara itu, aku mendapatkan info tentang seminar 'Ayo Jadi Penulis' yang di adakan oleh WLC< Writing Learning Center> di Universitas Andalas, Padang.

           Pada acara seminar tersebut, aku di pertemukan dengan sosok yang menginspirasi seperti Fauzul Izmi yang telah menghasilkan buku berjudul " Surat Cinta untuk Murabbi", Viona Novelia dan Purba Jatmiko. Melalui mereka lah hasratku untuk bisa menjadi penulis semakin menggebu gebu. Jurus yang mereka berikan kepada kami ada 3, yaitu menulis menulis dan menulis. Ya, tidak ada cara lain bagi seseorang yang ingin menjadi penulis untuk terus menorehkan penanya. Dan ide tulisan itu bisa di dapatkan dari mana saja. Baik melalui pengalaman sendiri ataupun apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. Bagi seorang penulis hal yang tampaknya sepele ternyata bisa menjadi mutiara yang berharga untuk karyanya.Mereka bisa menggali nilai nilai yang terpendam yang ada di setiap peristiwa yang terjadi.

         Selain aku bertemu dengan 3 sosok yang menginspirasi diatas, aku juga bertemu dengan saudaraku yang punya minat yang sama" ingin jadi penulis". Beliaulah yang selalu memotivasiku untuk terus menggapai impian di saat aku mulai tak yakin dengan impianku. Sungguh suatu anugrah terbesar pertemuanku dengannya. Melalui beliau pula, aku di perkenalkan pada Sekolah Menulis yang di adakan oleh Forum Lingkar Pena Sumbar. Awalnya aku tidak ingin ikut karna biaya sekolahnya yang begitu mahal. Namun, beliau terus memotivasi dan meyakinkan bahwa pengorbanan itu tidak akan sia sia. Akhirnya aku pun ikut menjadi peserta Sekmen itu yang diadakan di dekat campus STKIP Padang. Kami bertiga dari Unand ke STKIP dengan semangat positif dan menyimpan harapan dan impian besar untuk bisa melatih kemampuan dalam menulis ini. Dalam waktu 3 bulan, kami terus dilatih oleh Alizar Tanjung selaku pemimpin Sekmen itu. Selain itu, setiap kali pertemuan juga didatangkan pemateri yang merupakan seorang penulis baik fiksi maupun non fiksi.

        Sekarang aku sudah melewatkan 3 bulan masa pelatihan menulis itu.Dan waktunya bagi kami untuk mempraktekkan ilmu tersebut. Aku dapat melihat perkembangan yang signifikan dari para peserta Sekmen. Dulu mereka yang tidak mampu fokus pada tulisannya, sekarang sudah bisa menghasilkan suatu karya yang fokus pada satu tema serta cerpennya makin menyentuh dengan pilihan kata dan isi cerpen tersebut. Begitu pula bagi teman teman yang berbakat menulis puisi. Puisinya semakin enak di baca dan mengandung makna yang mendalam. Pada sesi akhir pertemuan, kami pun diminta untuk mengirimkan karya ke koran baik lokal maupun nasional. Dan yang berhasil diterbitkan yaitu laporan dari Riri Diana, saudaraku yang pernah bertemu di WLC dulu. Sudah 2 kali laporannya terbit di koran Singgalang. and how about me?
     
       Yaa, aku pun juga sudah pernah mengirimkannya ke beberapa media. Namun, masih belum ada tanggapan. Mungkin masih banyak hal yang perlu ku perbaiki sehingga tulisanku bisa semakin berkualitas. Aku akan terus berlatih untuk menulis, menulis dan menulis walau terkadang teman-temanku keheranan  dengan kebiasaanku yang suka membaca ataupun mengoleksi buku bacaan dan terkadang aku pun membeli koran hari minggu untuk mempelajari tipe tulisan dari masing-masing koran tersebut.Bagi teman-teman yang membaca blogku, do'akan aku ya agar bisa menghasilkan tulisan yang bermutu dan berpengaruh positif. Aamiin...
       
 

     

Minggu, 06 Januari 2013

Almamater kebanggaanku


Rasanya baru kemaren
Aku bertemu dengan dia , dia dan dia
Di pertemukan karna satu almamater
Demi harapan yang sama

Gelas yang masih kosong
Perlahan lahan mulai terisi
Pola pikir yang beda dan individualis
Bertemu di dalam suatu ruang
Selama sekian tahun
Telah melahirkan pribadi unggul
Dengan keunikannya tersendiri
Dan saling melengkapi

Wajah yang dulunya polos dan gampang menyerah
Sekarang telah bermetamorfosis
Menjadi Pribadi berwibawa dan optimis tinggi
Walau dulu gagal namun pengulangan
telah mengantarkannya pada impiannya

Sang ilmuwan  , politikus ,seniman dan seabrek bakat lainnya
Telah lahir disana
Berkat para guru luar biasa yang tak kenal lelah berbagi ilmu
Dalam proses yang panjang dan berliku
Lihatlah kami anak didikmu
Telah berada di segala penjuru demi meraih impian
Dan itu tak terlepas dari bekal yang kau berikan
Duhai para guruku
Terima kasih dan do’a ku haturkan padamu
Pahlawan tanpa tanda jasa 
                                                                                                       Karya : Indah Permata Sari

Sabtu, 05 Januari 2013

How about Love


 
          Kata-kata cinta sudah sering didengar. Namun, bagiku kenapa sulit untuk pahami rasa ini...? Suatu rasa yang  menimbulkan berjuta warna. Terkadang warnanya membuat hidup ini bermakna dan ceria namun tak jarang pula warnanya begitu gelap dan menimbulkan luka yang susah dicari penawarnya .
Pernah rasa itu hadir di hidupku . Bersemayam di hatiku dan membuat rasa senang saat berada disampingnya. Namun, aku merasa tak berkutik saat rasa itu diam diam mencuri segenap perhatianku. Setiap saat bayangannya selalu hadir  dan saat bertemu atau bertatapan langsung dengannya, mukaku bersemu merah dan bibirku kelu tak mampu berkata apapun. Jadi, aku lebih baik menghindar darinya agar dia tak tahu apa yang telah terjadi padaku.
       
         Aku tak tahu apakah pilihan yang kuambil benar atau salah. Yang kutahu aku harus menjauhinya agar pikiranku kembali netral. Tapi, aku lihat dia pun semakin menjauh saat kuambil pilihan itu. Bukankah itu yang ku mau...? Entahlah… Aku bingung apa yang kuharapkan darinya. Yang aku tahu, aku senang saat dia memperhatikanku . Senyuman dan tatapan matanya selalu kurindukan. Sekarang, aku jarang melihat senyuman spesialnya untukku.

      Aku tahu aku memang salah padanya. Sekarang, saat dia menatapku maka aku memperlihatkan wajah tanpa ekspresi dan terkesan cuek. Akupun hanya mengucapkan 1 atau 2 kata padanya. Pasti dia pun bosan melihat diriku seperti itu. Tapi, apalah daya. Aku memang kurang pandai dalam hal ini. Kalau pelajaran mungkin bisa kupelajari. Namun untuk hal ini, pengalaman nyatalah yang bisa membuatku dewasa menyikapi rasa ini. Dan aku berharap bisa menemukan  seseorang yang bisa mengajarkanku untuk berani mencintai dan dicintai serta mau menerimaku apa adanya.




                      http://iswadi.blogdetik.com/wp-content/blogs.dir/1996/files/walah/showletter3.jpg

   
    
   

Minggu, 09 Desember 2012

Kepolosanmu menyadarkanku



           Hari ini hari pertama ujian di semester 3. Kimia Farmasi Kualitatif, itulah ujian pertamaku dengan 2 lembar jawaban.

          Sebenarnya aku punya waktu dua hari, sabtu dan minggu untuk lebih menguasai materinya. Sayangnya, aku tak begitu mengoptimalkannya karna ada kegiatan akstrakurikuler yang tak mungkin kutinggalkan. Alhasil, aku kesulitan menemukan jawaban ujiannya walau separoh dari soal yang diuji merupakan pengulangan ujian tahun sebelumnya.

Kemaren, acaraku  selesai jam 16:30. Sesampai dirumah tak kusiakan lagi waktuku untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi ujian. Sayangnya, aku begitu keletihan sehingga aku tak bisa focus belajar. Lalu, aku pun memilih tidur.  Eh tau taunya aku bangun pukul 06 pagi padahal banyak materi yang belum ku kuasai. Oleh karna itu,aku coba manfaatkan waktu yang ada, sebelum jam 10 untuk memahami materinya.
           Aku tak mau berlama lama di kost.  Jadi kuputuskan untuk segera ke campus sebelum jam 10 dengan harapan nantinya aku bisa diskusi dengan teman teman lainnya. Sayangnya di campus aku mulai panik dan memilih untuk belajar sendiri.

        Tak lama kemudian, dosen pengawas pun datang padahal aku belum siap untuk menghadapi ujian ini. Kucoba untuk tenang. Ujian pertama bisa kujalani dengan tenang. Namun tidak untuk ujian ke dua. OMG… Aku benar benar tak menguasai bahannya. Pikiranku blang ,tak tau apa yang mesti ku isi. Semua materi yang kupelajari tadi menguap seketika. Padahal soal yang dikasih dosen hanya sedikit bedanya dengan soal tahun lalu. Tapi apa boleh buat, aku tidak ingat lagi dengan semua jawaban yang telah ku baca tadi. Ujian kali ini merupakan ujian yang paling sulit  yang pernah ku hadapi.

Saat waktunya habis, mau tak mau kutetap mengumpulkan lembar jawabannya padahal masih banyak jawaban yang kosong. Aku pasrah apa pun hasilnya yang penting aku masih bisa mempertahankan kejujuran saat ujian hingga saat ini. Namun pikiranku benar benar kalut apalagi saat ku lihat wajah teman teman yang happy setelah ujian selesai. Kucoba untuk  happy pula namun wajahku tak bisa berpura pura  kalau aku lagi bete dengan ujian kali ini. Akhirnya aku memilih segera pulang untuk menenangkan diri.

       Sepanjang perjalanan kucoba untuk menerima kenyataan ini dan mencoba berpikir positif. Mungkin ini ada hikmahnya. Di perjalanan pula kulihat anak SD yang pulang sekolah. Aku lihat wajah mereka yang polos dan tak pernah mempermasalahkan apapun. Mereka menjalani hidup ini apa adanya dan begitu menikmatinya. Entah kenapa pikiranku mulai merasa tenang kembali. Dalam hati kubertekad untuk terus berjuang dengan kuliahku ini walau penuh dengan suka dukanya supaya aku bisa memberikan kontribusi positif pada bangsaku ini. Aku pun harus seperti adek kecil itu. Aku mesti menikmati proses belajar ini walau penuh dengan onak dan duri.