Rabu, 22 Juni 2016

CERITA INSPIRASI DARI RANAH MINANG



Motor melaju dengan pelan menuju auditorium Universitas Andalas, Padang. Walau udaranya sedikit berkabut namun tak mengurangi semangat untuk mengikuti Inspiration Talks yang diadakan oleh pulang kampuang.com pada tanggal pertengahan September 2015. Pulang kampuang.com adalah sebuah organisasi sosial  yang didirikan oleh para perantau asli minang yang sudah sukses dan bekerja sama dengan orang yang tinggal di minang untuk memberikan kontribusi pada masyarakat Minang Kabau..
Salah seorang penggagas pulang kampuang.com ini yang berkesempatan hadir pada cerita inspirasi ketiga ini yaitu Selvin Andika. Adapun tema yang diangkatkan yaitu tentang “Darah Minang, Darah Pengusaha”. Peserta yang hadir melebihi target yang telah ditetapkan.
Acara Inspiration Talk ini diawali dengan kata sambutan dari ketua panitia, Triwahyuni Ilahi. Lalu kata sambutan dari Penggagas pulang kampuang.com yaitu Selvin Andika. Selanjutnya kata sambutan dari Presiden Universitas Andalas, Reido Deskumar. Melalui acara Inspiration talk ini juga diperkenalkan seni tradisional asli Minang Kabau yaitu randai yang ditampilkan oleh para penggiat seni randai dari Sungkai Tujuan penampilan randai ini yaitu agar masyarakat Minang Kabau bangga dan tetap mempertahankan dan melestarikan budaya asli minang. Setelah selesai penampilan randai lalu diakhiri dengan pembacaan do’a oleh salah seorang panitia. Kemudian masuklah ke acara intinya yaitu penyampaian materi  oleh ketiga pemateri satu persatu.
Adapun pemateri yang pertama yaitu Ghea Mirella yang telah berhasil menerbitkan novel perdananya yang berjudul “ Lima Puluh Ribu menaklukkan Jakarta”. Novel tersebut berisi pengalamannya sendiri yang penuh lika liku saat pergi merantau ke Jakarta pada tahun 2013. Beliau juga dikenal sebagai pendiri Shedia company yang bergerak dalam pengolahan keripik talas. Dalam kesempatan ini beliau menjelaskan tentang penulis sekaligus pengusaha kreatif. Ada beberapa tips yang beliau sampaikan, antara lain yaitu memintalah do’a dari orang tua karena do’a mereka adalah yang utama. Beranilah bermimpi dan kurangi rasa gengsi dalam meraih impian. Ghea Mirella berusaha mengubah mindset masyarakat tentang merantau. Beliau menjelaskan bahwa modal berupa uang bukanlah hal utama ketika memutuskan untuk pergi merantau. Tapi perluaslah relasi dan berserah dirilah pada Yang Diatas. Seusai menjelaskan materi tersebut maka banyak peserta yang antusias untuk bertanya. Bagi penanya terbaik akan mendapatkan doorprise dari panitia.
Pemateri yang kedua yaitu Nurhayati Subakat sebagai pendiri kosmetik wardah yang sudah dikenal luas di kalangan masyarakat. Beliau adalah seorang alumni farmasi ITB. Setelah melewati berbagai lika liku untuk mencari pekerjaan, akhirnya beliau dipertemukan dengan sebuah industri kosmetik dan berhasil menjadi karyawan disana. Melalui usaha inilah, beliau mendapatkan ide untuk mendirikan industri kosmetik sendiri yang dinamakan PT. Paragon Technology Innovation yang lebih dikenal dengan kosmetik wardah dengan komposisi kosmetik yang halal dan alami. Berkat perjuangan dan kerja keras beliau dan timnya akhirnya Wardah sudah termasuk perusahaan multinasional dengan mendapatkan berbagai penghargaan dan telah mempekerjakan 5000 karyawan. Adapun prinsip hidup yang beliau anut salah satunya dikenal dengan istilah DUIT (Do’a, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal).
Pemateri yang ketiga yaitu Nanda Satria sebagai pemilik Malala Tour. Tujuan mendirikan Malala Tour ini salah satunya yaitu untuk memperkenalkan objek wisata yang ada di Sumatera Barat ke Tingkat Nasional maupun internasional. Dengan ide kreatif dan kekinian yang disuguhkan di Malala Tour ini maka diharapkan para pengunjung objek wisata merasa puas dan betah menikmati objek wisata di Sumatera Barat ini. Dalam mendirikan usaha ini, beliau juga menekankan pentingnya pelayanan dan relasi yang luas agar suatu usaha terus berkembang.
Di sela-sela penyampaian materi oleh ketiga pemateri ini, tim pulang kampuang.com juga menjelaskan bentuk kegiatan yang dilakukan. Kegiatan tersebut antara lain Kado sepeda, usaha pengumpulan dana untuk daerah Sungkai yang belum mendapatkan penerangan hingga saat ini, dan kegiatan sosial lainnya. Tim pulang kampuang.com juga mengajak kepada masyarakat pada
umumnya untuk ikut berkontribusi demi kemajuan masyarakat Minang itu sendiri. Acara diakhiri dengan pemberian doorprise kepada para peserta yang beruntung.

Luka Membawa Hikmah

Assalamu'alaikum. Sekian lama aku tidak menorehkan tulisan ataupun curhatan di blog ini lagi yaa. Hmhm. Alhamdulillah sekarang aku sudah mendapatkan gelar sarjana di Jurusan Farmasi Universitas Andalas. Begitu banyak cerita suka duka, tangis air mata yang aku rasakan sehingga aku bisa mendapatkan gelar ini. Memang termasuk lama bagiku yaitu lima tahun agar aku bisa lulus karena kesalahanku sendiri yang membuatku harus mengulang mata kuliah lagi. Lumayan sedih rasanya melihat teman-temanku yang satu persatu telah tamat dan melanjutkan kuliah profesinya. Namun diriku masih saja terkatung-katung di tahun akhir perkuliahan. Namun alhamdulillah sekarang aku pun bisa tamat S-1dari perguruan tinggi ini:)

Dalam proses perjuangan meraih gelar ini, banyak hal yang aku lakukan untuk melupakan sejenak kegalauanku. Salah satunya yaitu aku belajar mencari penghasilan sendiri dengan memanfaatkan media sosial. Aku tak sengaja memperoleh lowongan pekerjaan ini ketika aku keasyikan internetan. Aku mengenal istilah dropship reseller. Di dalam sistem penjualan ini, aku tak perlu menyediakan produk ataupun menyiapkan modal yang besar. Modalku cukup adanya handphone yang terkoneksi dengan internet dan adanya rekening ATM sebagai transaksi jual beli. Nanti aku bekerja sama dengan para penjual untuk mempromosikan jualan mereka dan aku memperoleh diskon untuk setiap transaksi yang terjadi. Ternyata hampir semua produk bisa dijual dengan sistem seperti itu. Aku bersyukur mendapat informasi ini karena dapat menambah penghasilanku sehingga mengurangi ketergantungan pada orang tuaku. Terkadang aku berpikir kenapa tidak dari dulu di awal-awal kuliah aku mendapatkan info yang penting ini? Tapi aku yakin semuanya pasti ada hikmahnya. Di balik keterlambatan diriku untuk menamatkan perkuliahan, ternyata aku dipertemukan dengan peluang pekerjaaan ini yang dapat aku lakukan dimana saja selagi ada sinyal internet. Saat ini jualanku yang paling laku yaitu buku-buku perkuliahan terutama buku di bidang kesehatan. Pembeliku berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Makasar, Bali, Kalimantan, Malang dan kota-kota lainnya. Aku akan berusaha meningkatkan pelayanan dan jumlah transaksi perharinya.

Sebelum aku lulus sarjana kemaren, aku juga diberi kesempatan untuk belajar pembuatan website dengan seoreang alumni di organisasiku yaitu Pak Zulkarni yang juga seniorku di Farmasi Unand. Aku sangat berhutang budi padanya. Berkat beliaulah aku sekarang sudah mempunyai website sendiri yang dinamakan www.tokobukumolami.com. Pada saat aku mengurus skripsi kemaren, website ini sempat terbengkalai. Namun mulai dari sekarang, aku akan mempelajari lagi cara pengelolaannya dan mempraktekkan ke websiteku. Mohon do'anya ya agar aku dipermudah dalam belajar. Semoga Pak Zulkarni dan keluarganya selalu diberikan kesehatan dan kemudahan riski dari Allah. Aamiin.

Minggu, 27 September 2015

Warna-Warni Duniaku

Assalamu'alaikum.  Apa kabar teman semuaa. Sudah lama  ya aku tidak pernah menulis di blog ini. Awalnya sih berharap bisa rutin dalam menuliskan setiap pengalaman suka duka disini. Namun keadaan terkadang tidak bisa diduga. Baiklah aku akan bercerita lagi tentang pengalamanku menjadi mahasiswa tahun akhir yang baru saja menyelesaikan penelitian dan sedang berjuang dalam menulis skripsinya. Mohon do'anya ya:)

Oh ya aktivitasku sebagai mahasiswa tahun akhir ini, tentu tidak begitu banyak lagi perkuliahannya. Sebagian besar waktu luang ini aku gunakan untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler.Adapun bentuk kegiatannya seperti kepanitiaan, menjadi instruktur suatu pelatihan, bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi dan berprestasi.

Pada akhir agustus 2015 kemaren, aku menjadi panitia pada acara konferensi internasional yang diadakan oleh Acikita (Aku Cinta Indonesia Kita) di gedung Seminar I Universitas Andalas. Acikita adalah sebuah organisasi sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan dan penelitian dan menfasilitasi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Negara Sakura, Jepang. Di dalam konferensi tersebut diundang para pemateri dan peneliti dari nusantara dan juga mancanegara untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Acikita juga berhasil mengundang para profesor dari Malaysia dan juga Jepang. Seperti Profesor Matsuo dan Naota dari Universitas Tokyo. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memberikan apresiasi bagi para peneliti yang telah berusaha menemukan terobosan baru untuk kemajuan bangsa. Di akhir acara juga dibuka stan profesor dengan tujuan agar mahasiswa dapat berkonsultasi kepada sang profesor terkait cara melanjutkan studi ke Jepang.Di dalam kepanitiaan ini, banyak pengalaman dan ilmu baru yang aku dapatkan. Selain itu aku juga bertemu dengan teman-teman baru yang menginspirasi.

Selanjutnya pada pertengahan September 2015, aku menjadi tim instruktur untuk acara pelatihan LK1 HMI Komisariat Mipa Unand. LK1 ini diadakan di BLKI, Bandar Buat Padang dengan jumlah pesertanya 30 orang. Selain jadi instruktur, aku juga merangkap dalam kepanitiaan karena acara ini diadakan oleh komisariatku sendiri. Dukungan penuh baik moril maupun materiil kami peroleh dari para alumni yang begitu kental rasa kekeluargaannya terhadap komisariat MIPA UNAND. Adapun pemateri yang dihadirkan juga merupakan orang-orang pilihan yang telah ahli dengan materi yang diberikannya sehingga para peserta LK begitu antusias dalam menerima materi. Mungkin dalam realitanya banyak orang-orang yang beranggapan negatif dengan organisasi HMI ini tapi jika mereka tahu bagaimanakah organisasi HMI ini yang sebenarnya maka anggapan itu akan pupus. HMI atau kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Islam adalah sebuah organisasi yang independen dan mewadahi seluruh mahasiswa islam dalam mengeluarkan aspirasi dan pendapatnya, mengembangkan jiwa kepemimpinan, dan mengasah kepedulian sosial dalam bentuk insan yang kritis akan keadaan sosial. Dengan berbagai macam latar belakang mahasiswa yang bersangkutan menyebabkan begitu banyaknya dinamika yang ditemukan di organisasi dan membuat para anggotanya menjadi lebih dewasa pemikirannya. Selain itu juga sebagai wadah untuk belajar realita yang sebenarnya sebelum tamat kuliah dan terjun ke dunia nyata. Perbedaan bukanlah menjadi ajang untuk bertengkar tapi perbedaan itulah yang akan melengkapi kita satu sama lain.

Sabtu, 07 Februari 2015

Cara Mudah Belajar Matematika

     Jika mendengar kata matematika, pasti sebagian besar orang akan menganggap pelajaran itu sulit dan bikin pusing tujuh keliling.Namun hal itu tidak akan terjadi jika kita tahu cara gampang untuk memahaminya. 

     Berikut ada beberapa tips untuk memudahkan belajar matematika:
1. Beri anggapan positif di pikiran kita bahwa belajar matematika itu asyik dan menyenangkan.
2. Pelajari cara membahas soal dari contoh soal yang diberikan.
3. Sering-seringlah membahas soal matematika baik di sekolah maupun di rumah. Buatlah target dalam sehari itu berapa soal yang akan dibahas.
4. Jangan takut mengorbankan kertas kosong untuk membuat coretan yang diperlukan untuk membahas soal matematika.
5. Gunakan buku kumpulan rumus untuk memudahkan belajarnya.
6. Buat kelompok belajar agar saling membantu dalam mempelajari matematika. Jika dibutuhkan maka belajarlah bersama guru atau teman yang lebih memahaminya. Intinya jangan malu untuk bertanya jika kesulitan dalam membahas soal matematika.

SEMOGA TIPS INI MEMBANTU:)

Kamis, 05 Februari 2015

Syahidnya Hewan Percobaan

      Saat ini, penelitian ataupun eksperimen yang dilakukan di berbagai Laboratorium tidak terlepas dari pemakaian hewan percobaan. Untuk penemuan suatu obat baru, alat- alat canggih ataupun berbagai produk terbaru saat ini, jutaan bahkan milyaran hewan percobaan seperti mencit, tikus, marmot, katak, anjing dan lainnya telah dikorbankan. Hal ini sempat menimbulkan kontroversi antara membolehkan atau tidaknya pemakaian hewan percobaan tersebut.

           Yang melarang penggunaannya antara lain pada kenyataan bahwasanya hewan percobaan  juga makhluk hidup yang mempunyai hak asasi dan kebebasan untuk melanjutkan keturunannya ke generasi selanjutnya. Sedangkan alasan yang membolehkan adalah karena melihat berbagai permasalahan yang timbul di tengah kehidupan manusia saat ini.

           Penyakit merajalela, tuntutan zaman, dan yang tak kalah pentingnya yaitu rasa ingin tahu dari manusia itu sendiri membuat mereka terus berpikir untuk menciptakan inovasi baru dan tetap bersemangat dalam melakukan pengamatan dan penelitian. Dan dalam penelitian itulah maka hewan percobaanlah yang akan diuji terlebih dahulu sebelum diujikan pada manusia. Contohnya saja pada penemuan obat baru sudah begitu banyak hewan yang diuji baik efek obatnya ataupun efek toksiknya. Dan tak jarang hewan-hewan itu “syahid” saat eksperiment tersebut. Sudah sepatutnya kita berterima kasih pada hewan tersebut. Lalu, seperti apakah bentuk terima kasih yang bisa kita berikan??

           Andai kita bisa mengerti bahasa binatang, apakah yang hendak dikatakannya kepada kita?  Apakah mereka akan melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut hak hidupnya yang telah dirampas oleh manusia demi kepentingan manusia itu sendiri? Ataupun ia akan tersenyum menjelang detik-detik  kematiannya karena bisa memberikan yang terbaik bagi makhluk di semesta alam ini? Sayangnya kita tak pernah tahu bahasa binatang.

         Jika kita melihat berbagai teknologi terbaru saat ini baik dalam bidang kesehatan ataupun pada bidang lainnya maka kita dapat melihat peran yang besar dari hewan tersebut. Penyakit- penyakit yang dulu susah disembuhkan seperti kanker sekarang sudah ditemukan obatnya. Dan tentu saja untuk obat kanker yang berasal dari tumbuhan yang mempunyai toksisitas yang tinggi maka betapa menderitanya hewan-hewan uji tersebut. Namun apalah daya, mereka tak bisa memberontak sedikitpun. Lalu, apakah para penelitinya tidak berperikemanusiaan? Kenyataannya juga tidaklah seperti itu. Mereka sangat peduli atas berbagai permasalahan yang tampak di sekitar lingkungannya.

         Betapa banyaknya penyakit seperti penyakit kanker yang telah merenggut banyak nyawa. Sehingga tergerak hatinya untuk semakin gigih melakukan eksperimen demi mencari solusinya. Dan lagi-lagi tak akan terlepas dari peran hewan percobaan.  Jadi baik para peneliti ataupun hewan percobaan itu sendiri saling bekerja sama dalam memberikan sumbangsih yang positif bagi semesta. Sekarang tinggal bagaimana prosedur pemakaian hewan uji tersebut yang seharusnya masih berpedoman pada nilai-nilai kemanusiaan.

Rabu, 04 Februari 2015

Sincerely of Love


Bismillah… semua kuasa adalah milik Allah.  Ya Allah, segala puji hanya bagiMu. Engkaulah yang menghadirkan rasa cinta dan kasih sayang dihati para insan. Dengan perasaan itulah maka bisa timbul peradaban namun jika hal itu disalahartikan maka bisa menimbulkan peperangan. Sekarang bagaimana caranya agar kita sebagai seorang insan dapat menempatkan perasaan itu di tempat dan dengan cara yang sesuai. 

Di mata sang pencinta, medan yang terjal dan berliku menjadi terasa enteng dilalui, pikiran akan menjadi gelisah saat tidak bisa melihat sang pujaan hati, dan emosi akan membludak saat ,melihat sang pujaan dekat dengan orang lain dan hal itu dapat menimbulkan rasa cemburu buta jika tidak bisa dikendalikan. Oleh karena itu, sekali lagi letakkan cinta itu pada tempatnya dan kembalikan rasa cinta itu kepada sang pemilik cinta agar cinta bisa berbuah manis.

Luka masa lalu perlahan-lahan bisa hilang ketika ia telah menemukan seseorang yang mencintainya dengan tulus yang dapat menerimanya apa adanya sehingga luka itu kembali pulih. Namun menjelang pulih seutuhnya maka yang mencintainya tersebut juga bakalan ikut merasakan luka dan sakit hati. Hal itu dikarenakan orang yang dicintainya masih hidup diantara bayangan kelam masa lalu dan cerahnya pelangi dari cinta yang tulus. Sungguh dibutuhkan kesabaran untuk melalui proses tersebut karena luka tersebut tidak bisa dipastikan kapan akan sembuh seutuhnya. Dengan adanya sang pencinta disampingnya maka proses penyembuhannya akan menjadi lebih mudah.Dan tentunya hal ini tidak luput dari peran Sang Pemilik Cinta. 

Bukankah juga ada cerita dongeng seorang putri tidur yang dikutuk nenek sihir dapat bangun kembali saat adanya ciuman dari  seorang pemuda yang tulus mencintainya. Walaupun hanya dongeng namun kita bisa mengambil hikmah bahwa cinta yang tulus itu dapat menimbulkan keajaiban. Namun sekarang banyak cinta yang hanya manis dibibir saja padahal hati mencibir. Ya Allah, jauhkanlah kami dari hal seperti itu. Bantulah kami agar termasuk orang yang mempunyai cinta yang tulus dan tidak hanya pada sang kekasih hati tapi juga pada keluarga, sanak saudara, tetangga, teman-teman dan siapapun makhluk yang ada di bumi-Mu ini tanpa pandang bulu untuk menebar kasih sayang yang tulus kepada alam semesta ini. Hilangkanlah semua kebencian dan pilih kasih yang sering ada pada hati ini sehingga enggan untuk berbagi dengan sesama. Hilangkanlah sekat penghalang yang telah membatasi langkah ini untuk berbagi dan menebar manfaat pada lingkungan sekitar. Tumbuhkalah sifat pemaaf dan rela berkorban untuk kebaikan bersama.

Tak ada kata terlambat untuk menebar kasih sayang dengan cinta yang tulus. Peluklah istrimu, anak-anakmu atau orang tuamu yang selama ini sering kamu abaikan dan sangat haus akan kasih sayangmu.

Bagi seorang anak misalnya pelukan penuh kasih sayang dari orang tuanya dapat menimbulkan rasa kehangatan dan kebahagiaan serta ia merasa siap untuk menghadapi berbagai cobaan yang dialaminya. Begitupula yang dirasakan oleh orang tua ataupun anak bayi. Bayi yang menangis lalu ia mendapat belaian dan pelukan sayang dari orang tuanya maka ia akan lebih mudah tenang daripada bayi yang dibiarkan begitu saja. Dengan pelukan akan timbul rasa kedekatan dan kenyamanan dalam menjalani hari-hari.  Walaupun selama ini kita sangat jarang melakukannya tapi rasakanlah perbedaannya.

Anak-anak yang jarang mendapat belaian,perhatian dan pelukan dari kedua orangtuanya biasanya ia akan tumbuh menjadi anak yang tertutup, membangkang atau mudah tertekan. Pernyataan tersebut adalah berdasarkan suatu penelitian.

Besarkanlah anak-anakmu dengan penuh kasih sayang dan kelembutan tapi jangan pula memanjakannya. Sebagai orang tua, maka harus tahu kapan harus tegas dan kapan harus lembut. Janganlah terlalu membatasi gerak-gerik sang anak karena jika begitu potensinya bisa hilang namun dukunglah anak-anakmu dalam melakukan hal yang positif dan tegurlah secara baik-baik saat ia menyimpang. Intinya jadilah orang tua yang bijaksana.
Terima kasih telah mengajarkan cinta yang tulus padaku:)





TEORI DAN PRAKTEK MESTI ADA


Guyuran hujan menemani perjalanan kami menuju lokasi diksar(Pendidikan Dasar) Calon Relawan RZ cabang Padang- Pekan Baru di Batang Anai, Kenagarian Kasang, Sumbar.  Diksar yang diadakan pada tanggal 25-28 desember ini adalah  agenda rutin setiap tahun yang dilakukan oleh Rumah zakat dalam rangka melakukan pembinaan secara fisik, mental, dan pemahaman agama kepada calon relawan. Adapun ketua panitianya yaitu Sobirin. Total keseluruhan dari peserta yang ikut Diksar yaitu 29 orang.
Setelah melakukan persiapan dan upacara pembukaan, kami pun berangkat menuju lokasi yang awalnya naik bus dan dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 7 km.Sesampai di lokasi, kami disambut oleh cuaca dingin yang membuat kami gemetaran lalu panitia meminta kami untuk berolahraga agar terjadi peristiwa pembakaran di dalam tubuh dan dapat mengurangi kedinginan. Jika saat dingin dan kita tetap memilih untuk diam ataupun tidur maka rasa dingin itu akan semakin terasa dan bisa berakibat fatal.
Lokasi Diksar ini berada di sebuah lapangan luas di dataran tinggi Kenagarian Kasang dan dikelilingi oleh perbukitan yang dipenuhi oleh semak-semak belukar serta pepohonan yang rimbun. Disana hanya bisa ditemukan beberapa rumah yang lokasinya berjauhan. Di kanan dan kirinya juga terdapat sungai kecil dengan air yang jernih dan masih jauh dari pengaruh pencemaran.
Seusai berolahraga, panitia menyampaikan berbagai aturan yang harus dilaksanakan selama diksar. Aturan tersebut tujuannya yaitu agar kami bisa mandiri,tumbuh sikap disiplin, cepat bertindak, menghargai waktu, dan melatih kekompakan serta kebersamaan dengan keterbatasan yang ada. Setelah itu, kami diminta untuk istirahat di tenda masing-masing.
Sang mentari mulai berangsur-angsur menampakkan sinarnya. Rasa dingin pun mulai berubah menjadi hangat yang membuat kami kembali semangat. Setelah olahraga dan sarapan pagi, materi pertama yaitu tentang cara pemasangan tenda pleton pun  dimulai. Tenda pleton yaitu tenda berukuran besar yang biasanya diperuntukkan bagi para korban bencana alam. Tenda ini bisa digunakan sebagai tempat mengungsi, tempat merawat korban yang terluka dan juga sebagai dapur umum. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendirikan tenda ini, seperti berapa ukuran panjang dan lebarnya tenda,  berapa banyak tali temali yang digunakan, dan juga bagaimana teknik yang baik dalam pemasangan atau pelipatan tenda tersebut.
Adapun materi lain yang kami peroleh yaitu tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat   ( PPGD).  Tujuan PPGD ini yaitu melakukan pertolongan pertama sebelum tim medis datang agar dapat menyelamatkan korban dari kondisi kritis. Pengetahuan tentang PPGD ini perlu dimiliki oleh semua orang agar dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat musibah terjadi.  Hal pertama yang perlu diperhatikan saat menemukan seseorang yang tidak sadarkan diri yaitu memastikan bahwa jalan udara, sistem pernafasannya, dan sistem sirkulasi darahnya dalam keadaan baik. Masing-masing kecelakaan ataupun luka tersebut mempunyai cara penanganannya tersendiri dan membutuhkan keahlian dan pelatihan agar bisa melakukannya.
Selain kedua materi tersebut, masih ada beberapa materi yang kami peroleh seperti tentang dapur umum, cara bertahan hidup saat tersesat di hutan, tentang radiokomunikasi, dan juga tentang pekerjaan tim BASARNAS dalam mengevakuasi para korban bencana alam.
Hal yang perlu diperhatikan saat tersesat di hutan yaitu tentang bagaimana cara membuat api secara alami, cara mendapatkan makanan dan minuman yang baik, cara memilih tempat berlindung, dan masih banyak lagi. Saat memilih makanan maka perhatikan makanan apa saja yang sering dimakan oleh binatang hutan, hindari memakan tumbuhan yang berwarna mencolok, begitu pula hindari tumbuhan yang dapat memberikan warna ungu pada pisau karena berisiko mengandung racun. Saat memilih minuman maka carilah mata air atau sungai yang ada di sekitar hutan. Jika tidak ditemukan maka air yang berasal dari pengembunan pada pucuk tumbuh-tumbuhan juga bisa diminum dan masih banyak lagi cara untuk bertahan hidup di hutan. Dan saat menentukan tempat untuk mendirikan tenda maka perhatikan lokasi yang tidak dilewati oleh binatang buas, lokasi yang datar dan lain-lain.  Sebelum semuanya diputuskan maka langkah pertama yang dilakukan yaitu berhenti dahulu, mengamati, dan membuat perencanaan. Berdasarkan suatu penelitian menyebutkan bahwa tidak minum 3 hari itu bahaya, tidak makan 3 minggu bahaya, dan tidak bernafas 3 menit juga bahaya. Oleh karena itu dimanapun kita berada maka 3 hal tersebut perlu kita perhatikan.
Selain materi, juga diadakan berbagai simulasi seperti mendirikan tenda pleton, menyediakan makanan untuk para korban di dapur umum, cara mengevakuasi korban, cara memberikan pertolongan pertama, dan cara menggunakan radiokomunikasi yang kesemuanya sangat dibutuhkan saat terjun ke lapangan nantinya. Dan hal yang lebih penting yaitu kemampuan untuk bekerja sama dalam sebuah tim dan kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan.
Untuk mengatasi rasa bosan, berbagai permainan pun diadakan. Selain itu juga dilakukan nyanyi dan senam bersama sehingga rasa kebersamaan dan kekompakan itu semakin tumbuh.  Disana juga lahir calon pemimpin yang bisa mengarahkan teman-temannya dengan bijaksana. Ditambah lagi dengan para pelatih yang dengan sabar mendidik kami agar lebih kuat baik fisik maupun mentalnya.
Pada hari terakhir diksar, kami dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok dapur umum, kelompok yang mendirikan tenda pleton, dan kelompok pengevakuasi korban.Masing-masing kelompok memilih ketuanya dan menggunakan radiokomunikasi yaitu Handy Talky untuk berkoordinasi dengan kelompok lainnya. Sedangkan para pelatihnya berperansebagai korban. Dari simulasi ini, kami mendapatkan gambaran tentang tugas seorang relawan saat ada bencana yang datang.
Dari sekian banyak materi dan pelatihan yang telah kami peroleh tersebut maka tidak akan ada artinya jika tidak dibagikan ataupun dipraktekkan ke depannya. Dan pendidikan dasar sangat berguna saat harus terjun ke lapangan, tempat para korban bencana alam dan hal itu sangat dibutuhkan fisik, mental, dan pemahaman agama yang kuat.